Selamat Datang Di website resmi perpustakaan SMA N 1 WONOGIRI

Sunday, 15 Dec 2019
You are here: Home
POSTULAT-POSTULAT PANCASILA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 23 January 2019 00:00

Postulate bermakna “a statement that is assumed as an axiom, and therefore requires no proof ofits validity,” dimana postulat merupakan pernyataan yang mengandung kebenaran yang tidak perlu pembuktian. Sejak awal Proklamasi kemerdekaan, saat terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, bangsa Indonesia telah bersepakat atau berkonsensus menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, kesepakata nitulah yang merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia yang harus dijunjung tinggi. Oleh sebabitu Pancasila harus dilaksanakan dalam segala segi kehidupan, dalam tata pergaulan bangsa Indonesia.

            Mengerti dan memahami Pancasila yang benar berarti memahami Pancasila dengan penuh tanggung jawab, baik secara yuridis-konstitusional karena Pancasila merupakan dasar Negara, yang dipergunakan sebagai dasar mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Maupun secara obyektif-ilmiah, karena Pancasila faham filsafat yang uraiannya harus logis dan dapat diterima oleh akal yang sehat. Disamping itu kebenaran Pancasila juga harus dipertanggungjawabkan secara filosofis-relegius, karena Pancasila merupakan filsafat yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Demikian pula Pancasila harus dipertanggungjawabkan secara etis-moral, karena Pancasila merupakan falsafah hidup bangsa Indonesia yang digunakan dalam pedoman tingkah laku hidup sehari-hari.

            Pancasila sebagai dasar negara merupakan cita negara (staatsidee) sekaligus cita hukum (rechtsidee) bagi negara Indonesia, sehingga berfungsi regulative dan konstitutif bagi kehidupan barmasyarakat, berbangsa, dan bernegara di bumi Indonesia tercinta ini. Sebagai akibat semua peraturan perundang-undangan dan semua kebijakan yang berlaku di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Karena dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya dibentuklah norma-norma hukum oleh negara, sehingga norma hukum yang tercipta harus berdasarkan dan dijiwai nilai-nilai etis, nilai religius, nilai kebenaran, nilai vital dan nilai materiil. Pancasila bukan tempat sekedar bergantungnya hukum, akan tetapi harus dilihat dari pada materi isi yang terkandung pada peraturan hukum tersebut. Jadi secara materiil isinya harus sesuai atau tidak bertentangan dengan jiwa dan nilai-nilai Pancasila.

 

            Sebagai bangsa yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa kita mempunyai rasa kemanusiaan yang luhur. Mereka mau memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya dan tahu akan hakny asendiri, bersopan santun, mempunyai susila, guyub rukun, bersatu, dalam tali persaudaraan dan kekeluargaan yang kuat. Dalam menunaikan tugas hidupnya terkenal dengan sifat social dan berlaku adil terhadap sesamanya. Sebagai sila pertama maka Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi sumber pokok nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, menjadi sumber moral yang menjiwai, mendasari, membimbing, perwujudan kemanusiaan yang adil dan beradab, menggalang Persatuan Indonesia, dalam pelaksanaan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan dalam mewujudkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

            Dengan demikian Ketuhanan yang Maha Esa memberi pancaran kepada sila-sila lain, memberikan petunjuk dan bimbingan dalam melaksanakan sila-sila yang lain. Pelaksanaan kehidupan beragama haruslah membawa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia, harus dapat mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, harus dapat menyehatkan pertumbuhan dan perkembangan demokrasi, dimana semuanya akan membawa seluruh rakyat Indonesia menuju terwujudnya keadilan, kemakmuaran serta kebahagiaan baik lahir maupun batin.

            Sikap keluhuran bangsa Indonesia bukan hanya dalam sikap dan perilaku serta tindakan, tetapi juga memberikan landasan moral spiritual tentang kebebasan dirinya dengan sesamanya, yaitu pengakuan persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban asasinya, sehingga menimbulkan kesadaran diri untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Bagibangsa Indonesia kemanusiaan yang adil dan beradab bersumber pada kodrat manusia sebagai ciptaan Tuhan yang harus menjadi landasan, menjiwai dan dikembangkan untuk terciptanya persatuan Indoneia, kerakyatan dan keadilan social.

            Faham kebangsaan Indonesia yang didasarkan pada Pancasila merupakan faham kebangsaan yang mengakui dan menghormati bangsa lain dalam percaturan pergaulan internasional. Dalam persatuan Indonesia terkandung makna persatuan yang bulat dan utuh antara persatuan pisik-ragawi dan persatuan non-pisikd alam bidang politik, ekonomi, social budaya serta pertahan dan keamanan. Dalam rangka mewujudkan Persatuan Indonesia yang bulat dan utuh dewasa ini diwujudkan dalam konsep wawasan nusantara.

            Demokrasi yang berlangsung haruslah dijiwai dan diintegrasikan dengan sila-sila lainnya yang disertai dengan rasa tanggungjawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan harkat dan martabat manusia, menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta dimanfaatkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial yang menjadi tujuan bangsa Indonesia adalah masyarakat yang adil makmur berdasarkan Pancasila dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga untuk mewujudkannya memperhatikan nilai-nilai moral etik berdasarkan Pancasila.

 

Ditulis oleh Giyarti, S.Pd., M.Pd.

Guru mata pelajaran Kewarganegaraan

SMA Negeri 1 Wonogiri

Last Updated on Thursday, 21 March 2019 09:29